Rabu, 14 Maret 2012

RESENSI FILM HAFALAN SHOLAT DELISA


HAFALAN SHOLAT DELISA
Seorang gadis kecil yang memiliki keikhlasan dan keteguhan hati yang tinggi dalam menghadapi kenyataan hidup. Dia ditimpa musibah yang sangat berat, ditinggal pergi oleh 3 orang saudara kandung dan seorang Umi yang sangat di cintainya karena Allah.
Dialah Delisa, gadis kecil yang selalu giat menghafal bacaan Sholat.

Delisa (pemeran Utama) dalam Drama film Hafalan Sholat Delisa merupakan gadis kecil yang selalu giat menghafalkan bacaan sholatnya. Berulang kali gadis bungsu dari empat bersaudara ini menghafal bacaan sholatnya demi mendapatkan hadiah berupa kalung dengan gantungan huruf “D” dari Ummi nya, Ummi Salamah. Ayahnya yang bernama Abi Usman bekerja di sebuah Kapal Tangker Internasional. Delisa dan abinya hanya berhubungan via telephon, karna abinya begitu sibuk. Abi Usman, menjanjikan kepada delisa jika mampu lulus dalam hafalan sholatnya akan di belikan sepedah.
Ustadz Rahmat adalah seorang yang berjasa mengajari Delisa, Umam dan
kawan kawannya Ilmu agama. Beliau begitu giat mengajari bagaimana cara sholat, bermuammalah, baik kepada sesama teman, mencintai dan mengharapkan segala sesuatu hanya karena Allah. Ustadz Rahmat mengajarkan bahwa ketika kita sholat, kita harus memusatkan seluruh perhatian kita kepada sholat, tetap Fokus pada bacaan apapun yang terjadi di sekelilingnya.
Waktu Ujian Sholat pun tiba. Tanggal 26 Desember 2004 di Gedung sekolahnya. Anak – anak mulai masuk dan menduduki kursi yang sudah di sediakan. Para orang tua yang ingin melihat anaknya Ujian sholat bersama penguji Ustadz Rahmat dan Ustadzah, berada di luar kelas. Dengan tiba tiba, terjadi hal yang sangat mengejutkan. Tsunami yang besar menyapu seluruh Aktifitas di sekitar dan bertepatan saat Delisa melaksanakan Praktek sholat. Atap berjatuhan tak mampu mengubah kekhusuan Sholat delisa. Delisa benar – benar mengamalkan perkataan Ustadz nya, Fokus pada sholat dan tak menghiraukan apa yang terjadi disekelilingnya.
Semua habis tersapu tsunami, yang tersisa hanya puing – puing dan mayat yang berserakan. Syukur Delisa berhasil diselamatkan Om Smith (Panggilan akrab), setelah berhari-hari pingsan di bukit bebatuan. Sayangnya luka parah akibat tsunami membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Delisa pun mendapatkan kondisi yang cukup memprihatinkan, tanpa 1 kaki, namun tetap ikhlas menjalani hidup. Akhirnya, delisa pun berhasil bertemu dengan Abinya. Dengan menggunakan 2 tongkat, delisa tetap mampu beraktivitas dan bermain bersama umam dan teman – temannya.
Dikondisi yang sangat memprihatinkan. Semua hancur, dan banyak yang sedih akibat tsunami, rasa putus asa menghadapi kehidupan di Negeri Serambi Mekah, Delisa mampu menunjukkan keteguhan hati dan memotivasi semua orang di sekitarnya walaupun di tinggal pergi 3 saudara kandungnya dan Umi Salamah yang sangat di cintainya. Delisa bangkit. Walau sebenarnya sedih, delisa mampu menunjukkan apa itu ilmu Ikhlas Akibat kejadian yang di timpanya.
Delisa, Seorang gadis kecil asal Aceh, yang selalu melakukan pekerjaan penuh keikhlasan dan mencintai sesama Karena Allah.

M Iqbal Abdul Aziz
ASUFI (Aktifis Suka Film Religi)

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Flickr photos

free counters

Pages

Chat Box

Poll

Pages - Menu

Translate

Popular Posts

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About me

Foto Saya
Jogja, Yogyakarta, Indonesia
Mahasiswa Terbaik se Jagad raya.

Pengikut

Sarjanaku