Rabu, 02 Juli 2014

tiket Pesawat dan Kereta Murah

Butuh Tiket Pesawat Untuk Mudik?
Butuh Tiket pesawat / Kereta Untuk pergi jauh dekat?

pesan ke saya: 759AE4A7


FREE booking


harga WEB sama DENGAN HARGA TIKET TIDAK ADA TAMBAHAN BIAYA APAPUN


Kamis, 19 Juni 2014

Pedangang Tuna Netra MENGINSPIRASI itu bernama Pak. Suwaji

Bagi kamu yang sering lewat daerah UGM Yogyakarta, mungkin kamu pernah melihat seorang bapak dengan memikul barang dagangannya di kepala sambil memegangi tongkat penunjuk jalannya.

Bapak itu bernama Pak Suwaji. Usianya 55 tahun, tinggal di Sewon, Bantul. Dengan kondisi fisiknya yang tidak bisa melihat, setiap hari ia memanggul barang dagangannya yaitu keset, kemoceng, dan kain lap dengan berjalan kaki menyusuri jalanan kota Jogja. Itu sudah dilakukannya bertahun-tahun untuk menghidupi keenam anaknya. Saatditanya alasan mengapa ia tetap keluar rumah untuk berdagang, ia menjawab sederhana, "Saya ndak mau menyusahkan orang lain, mas."
Yang membuat kagum adalah, Pak Suwaji ini selalu rutin shalat Dhuhur di Masjid Kampus UGM dan shalat Ashar di masjid Mardhiyah dekat RSUP dr. Sardjito. Kondisinya yang kehilangan penglihatan tak menghalanginya untuk tertib melangkahkan kaki ke masjid saat mendengar kumandang adzan. Masya Allah.

Orang-orang seperti Pak Suwaji ini adalah orang mulia. Dengan keterbatasan fisiknya, ia tidak menistakan dirinya dengan meminta-minta. Apalagi ia selalu rajin shalat ke masjid menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, meski harus meraba-raba jalan yang ia lalui. Beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan Pak Suwaji adalah:


1. Meskipun mempunyai keterbatasan fisik tidak bisa
melihat, beliau tetap rajin datang ke masjid untuk menunaikan shalat tepat waktu. Bagaimana dengan kamu yang masih bisa melihat dengan kedua mata kamu?!


2. Meskipun tidak bisa melihat, beliau tidak mau meminta-minta untuk menghidupi dia dan keluarganya, bagaimana dengan para peminta-minta yang masih bisa melihat dan kuat untuk bekerja??!!


3. Allah sudah menetapkan rezeki setiap orang, jadi jangan takut
miskin atau susah. Pak Suwaji mempunyai 6 orang anak, beliau tidak lantas putus asa dari Rahmat Allah. Beliau masih ber-ikhtiar untuk mencari rezeki meskipun penghasilan sehari-harinya tidak seberapa.

Pak suwaji hanyalah sebuah potret dari beberapa orang yg menjaga izzah (kehormatan) nya sebagai seorang muslim dan seorang kepala keluarga. Tentunya banyak orang seperti beliau. Dimanapun kita berada, kapanpun kita mnemukan mereka, usahakan tetap membantu mereka sebisa kita.

Semoga Allah merahmati Pak  Suwaji dan keluarganya.

Total Tayangan Laman

Flickr photos

free counters

Pages

Chat Box

Poll

Pages - Menu

Translate

Popular Posts

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About me

Foto Saya
Jogja, Yogyakarta, Indonesia
Mahasiswa Terbaik se Jagad raya.

Pengikut

Sarjanaku